Gelatik jawa di Bekasi
24 July 2006 oleh redaksi
Gelatik jawa Padda oryzivora, merupakan salah satu jenis burung yang endemik di Jawa Meskipun demikian, namun jenis ini banyak ditemui secara luas dari Asia tenggara hingga Australia karena diintroduksi. Jenis yang memiliki suara seperti jenis Gelatik batu kelabu Parus major yaitu tik.tik..namun lebih tajam, hingga kini sudah sangat jarang ditemui di habitat aslinya. Namun kalau di pasar-pasar burung, pasti banyak terlihat untuk dijual.
Gelatik jawa telah dimasukkan ke daftar CITES Appendix II pada tahun 1997 dan Perlindungan Indonesia No.7 tahun 1999. Berdasarkan Threatened Birds of Asia (Birdlife, 2001), Gelatik jawa Padda oryzivora terlihat di habitat alaminya terakhir pada tahun 1999 di Jawa tengah (Depok termasuk Babarsari, Nologaten dan Catur Tunggal), Candi Kalasan dan Candi Sari, Paliyan di desa kanogoro, Tepus di desa Purwodadi, Jogjakarta. Namun bberapa tahun terakhir ini tahun 2005 oleh pengamat burung ”Anak Burung dan Peksia-Unair”, kembali melihat jenis ini di Surabaya, tepatnya di Ujung Pangkah, Gresik dan Solokuro, Lamongan dan tahun 2006 oleh Yayasan Kutilang Indonesia dan Bionic-UNJ di Candi Prambanan.
Jenis ini masih begitu banyak terlihat di daerah Jawa Tengah, berbeda dengan daerah Jawa Barat, jenis ini justru terakhir kali terlihat di Tanjung, Banyuresmi,Gunung Guntur pada tahun 1998 dan 1999. Tidak adanya jenis ini di daerah Jawa Barat lebih di akibatkan karena habitat alami dari jenis ini hilang dan perburuan untuk dijual ke pasar-pasar burung.
Berdasarkan data terbaru dari Red Data Book (www.rdb.or.id) jenis ini terakir terlihat pada tanggal 29 April 2005 oleh Iwan Londo dan Uut dari Anak Burung, Surabaya, yang melihat sekitar 4 individu di Dusun Ngulaan Solokuro, Lamongan, Jawa Timur.

Jenis ini kembali terlihat pada tanggal 23 Juli 2006 di daerah Singkil, Bekasi dengan koordinat S 06º05’00.0” E 107º01’25 .3” oleh Nick Brickle, Iwan Londo, Hidayat Ashari dan Fransisca Noni. Jenis ini terlihat bertenggger di pohon Bakau-bakauan di tengah tambak bersama 2 individu Kirik-kirik laut Merops philippinus. Ternyata jenis ini ternyata pernah terlihat oleh Zainuddin dan rekan-rekan saat pengamatan di daerah ini pada tahun 2003, namun oleh mereka tidak diinformasikan. (Noni, Iwan Londo, Nick Brickel, Dayat).



