Selamat Menjalankan Ibadah Puasa
23 September 2006 oleh redaksi
Ramana Athreya, seorang ahli astronomi yang bekerja di National Centre for Radio Astrophysics di Universitas Pune, India berhasil menemukan satu jenis burung baru. Sebuah penemuan yang dikatakan sebagai “most sensational ornithological discovery in India” beritanya dirilis pada tanggal 13 September 2006 setelah sebelumnya diterbitkan dalam Jurnal Indian Birds, Vol. 2 No. 4.
Sebenarnya Ramana pernah melihat burung ini sebelumnya pada tahun 1995 hanya saja burung yang dilihatnya diidentifikasi sebagai Liocichla omeiensis. Tetapi jenis tersebut adalah jenis burung endemik Cina dan lokasi sebarannya ada 1.000 km jauhnya dari tempat ia melihat burung tersebut di Suaka Margasatwa Eaglenest, Arunachal Pradesh.
Baru pada bulan Mei 2006, seekor “burung misterius” tersebut berhasil dijaring, difoto, diukur-ukur, suaranya direkam dan kemudian dilepaskan kembali. Ramana mengatakan “burung itu terlalu langka untuk dibunuh dan dengan teknologi yang kita miliki sekarang kita bisa mendapatkan informasi yang diperlukan untuk mengkonfirmasi bahwa jenis ini adalah jenis baru“.
Dr. Nigel Collar dari BirdLife International mengatakan “Saya menyambut gembira dan mengucapkan selamat kepada Ramana atas penemuannya yang luar biasa dan saya mendukung penuh keputusannya untuk tidak membunuh burung tersebut untuk dijadikan spesimen“.
Saat ini populasi jenis baru ini diketahui ada 14 ekor. Jenis ini bukanlah burung pemalu dan mudah dilihat sehingga kalau jenis ini buikan jenis langka tentu telah ditemukan sejak lama.
Untuk sementara ini burung yang bernama Inggris Bugun Liocichla ini diberi nama ilmiah Liocichla bugunorum sp. nov.
Selamat untuk Ramana dan semoga ini bisa memacu semangat para pencinta burung di Indonesia untuk terus melakukan eksplorasi.
Sumber: Press release BirdLife International
Apa beda antara pedagang dan penjual burung? Tanyakanlah kepada Pak Tua bersepeda dengan kandang unggas dan ikan ini. Ia mungkin akan menjawab, “Sama saja.”
Barangkali juga ia malah tak peduli. Pedagang atau penjual apa bedanya?
Tapi, coba tanyakan kepadanya bagaimana ia bertahan hidup? Ia mungkin akan menjawab, “Ya menjual burung.”
Demi berapa ribu rupiah?
Entah. Pokoknya asal bisa membuat dapurnya berasap kembali.
Pak Tua ini mungkin juga tak pernah peduli bahwa burung-burung yang setiap hari dijualnya pada anak-anak Sekolah Dasar itu suatu saat akan habis. Punah.
Berani bertaruh, boleh jadi ia bahkan tak peduli apakah suatu saat kelak ia kehabisan barang jualannya Mungkin ia memang tak pernah diberi tahu.
Pak Tua itu hanya tahu bahwa prenjak, emprit, punai, gelatik, dan sebangsanya, itu bisa mempanjang nafas kehidupannya. Bisa membuat keluarganya makan. Bisa membuat anak-anaknya bersekolah. Bisa membuat istrinya tersenyum.
Pekerjaan Pak Tua itu mungkin tragedi besar bagi gerakan cinta burung. Tapi siapa yang peduli di tengah angka kemiskinan di negeri ini yang begitu gawat? Kita?
Team member and team support untuk “Expedition to assess the status of Javan Lapwing Vanellus macropterus, Java Sparrow Padda oryzivora and Black-winged Starling Sturnus melanopterus in the coastal wetlands of Java , Indonesia”.
Ekspedisi akan kembali diadakan oleh kelompok pengamat burung se-Jawa yang dikoordinator oleh kelompok pengamat burung Surabaya “Anak Burung”, Surabaya . Ekspedisi ini bertujuan untuk mengetahui keberadaan Trulek jawa Vanellus macropterus, selain itu juga diikuti survey Gelatik jawa Padda oryzivora and Jalak putih Sturnus melanopterus; tersedianya data dan informasi jenis-jenis burung di Jawa dan terbentuknya jaringan monitoring burung di Jawa. Ekspedisi ini akan dilakukan bulan Januari – September 2007 dan akan mencari 7 anggota tim dan 6 tim support.
Persyaratan umum menjadi anggota tim adalah:
Tim support akan membantu tim inti saat tim inti melakukan survey ke salah satu daerah survey, yaitu mengkoordinasi akomodasi dan pengecekan awal titik atau daerah yang akan disurvey. Tim support akan mengambil 2 orang dari 3 daerah survey (Jawa Timur, Jawa Tengah dan Jawa Barat)
Persyaratan umum menjadi tim support adalah :
Lamaran diterima selambat-lambatnya tanggal 30 September 2006
Iwan Londo
Koordinator Ekspedisi