Jenis Burung Baru Ditemukan di India
Ramana Athreya, seorang ahli astronomi yang bekerja di National Centre for Radio Astrophysics di Universitas Pune, India berhasil menemukan satu jenis burung baru. Sebuah penemuan yang dikatakan sebagai “most sensational ornithological discovery in India” beritanya dirilis pada tanggal 13 September 2006 setelah sebelumnya diterbitkan dalam Jurnal Indian Birds, Vol. 2 No. 4.
Sebenarnya Ramana pernah melihat burung ini sebelumnya pada tahun 1995 hanya saja burung yang dilihatnya diidentifikasi sebagai Liocichla omeiensis. Tetapi jenis tersebut adalah jenis burung endemik Cina dan lokasi sebarannya ada 1.000 km jauhnya dari tempat ia melihat burung tersebut di Suaka Margasatwa Eaglenest, Arunachal Pradesh.
Baru pada bulan Mei 2006, seekor “burung misterius” tersebut berhasil dijaring, difoto, diukur-ukur, suaranya direkam dan kemudian dilepaskan kembali. Ramana mengatakan “burung itu terlalu langka untuk dibunuh dan dengan teknologi yang kita miliki sekarang kita bisa mendapatkan informasi yang diperlukan untuk mengkonfirmasi bahwa jenis ini adalah jenis baru“.
Dr. Nigel Collar dari BirdLife International mengatakan “Saya menyambut gembira dan mengucapkan selamat kepada Ramana atas penemuannya yang luar biasa dan saya mendukung penuh keputusannya untuk tidak membunuh burung tersebut untuk dijadikan spesimen“.
Saat ini populasi jenis baru ini diketahui ada 14 ekor. Jenis ini bukanlah burung pemalu dan mudah dilihat sehingga kalau jenis ini buikan jenis langka tentu telah ditemukan sejak lama.
Untuk sementara ini burung yang bernama Inggris Bugun Liocichla ini diberi nama ilmiah Liocichla bugunorum sp. nov.
Selamat untuk Ramana dan semoga ini bisa memacu semangat para pencinta burung di Indonesia untuk terus melakukan eksplorasi.
Sumber: Press release BirdLife International


yap…peristiwa ini siapa tahu juga bisa menginpirasi para birdwatcher dan ornitologist serta peneliti di Indonesia yang kaya raya dan memiliki megabiodiversity. kalau di Irian Jaya kemarin ditemukan spesies-spesies baru, siapa tahu saja dari hanya sekedar iseng juga bisa menemukan sesuatu yang baru, ya…paling problemnya masalah komunikasi dan publikasi, selain itu juga kepercayaan, kalau sekelas peneliti yang menemukan langsung booming, pblik mudah percaya, peneliti…. tapi kalau hanya seorang pak tua yang yang ngarit kemana-mana nemuin gak terpublikasi dan paling-paling hanya di bilang….tenane….
yap…peristiwa ini siapa tahu juga bisa menginpirasi para birdwatcher dan ornitologist serta peneliti di Indonesia yang kaya raya dan memiliki megabiodiversity. kalau di Irian Jaya kemarin ditemukan spesies-spesies baru, siapa tahu saja dari hanya sekedar iseng juga bisa menemukan sesuatu yang baru, ya…paling problemnya masalah komunikasi dan publikasi, selain itu juga kepercayaan, kalau sekelas peneliti yang menemukan langsung booming, pblik mudah percaya, peneliti…. tapi kalau hanya seorang pak tua yang yang ngarit kemana-mana nemuin gak terpublikasi dan paling-paling hanya di bilang….tenane…. he..he..