Nyanyian Pagi di Candi Cantik
Kabut masih menyelimuti alam, namun suara riuh kicau gerombolan Cucak Kutilang telah memecah keheningan pagi di Candi Prambanan, Yogyakarta.
Pandangan binokuler pun ternyata sulit menembus tebalnya kabut kala itu, sambil menikmati fajar pagi dan menanti sang surya menyapu kabut dan menghangatkan Jogjakarta yang masih terlelap dalam kesejukan udara dingin. Seekor burung Gelatik jawa (Padda oryzivora L.) pun telah terbangun dan datang sambil bernyanyi riang di candi Nandi yang telah kehilangan sebagian ratnanya akibat gempa bumi (27/5/06) lalu. Cek…cek…cherek…ia pun memanggil kawan-kawannya, namun setengah jam berlalu tak seekorpun menyambut panggilannya, terbanglah kembali ia entah menuju kemana jauh melewati pepohonan di timur. Sesaat berlalu, tiba-tiba terdengar suara kicauan melengking indah dari arah tenggara. Wow…sepasang Kerak kerbau (Acridotheres javanicus) terbang mendekati si besar Siwa, hup….mereka hinggap di ketinggian 20 meter di candi nan kokoh. Sepasang burung berbulu abu-abu tua (tampak hitam) ini tengah membuat sarang, diparuh salah satunya membawa ranting pohon dan masuk kedalam lubang di dinding candi yang akan segera direnovasi. Tak lama kurang dari 2 menit ia pun keluar menghampiri seekor yang tinggal di luar, kini mereka pun kembali bersuara riuh memecah keheningan damai pagi di kompleks candi Hindu terbesar di Indonesia ‘Criuuuk…..Criuuuk…’.

Gambar Candi Prambanan (Doc. Naring/YKI/2006)
Dalam catatan terakhir Yayasan Kutilang Indonesia, burung pemakan serangga ini ditemukan di komplek candi Roro Jonggrang ini tahun 2004 lalu kala senja hari, seekor Kerak Kerbau bertengger di candi Wisnu. Sepanjang tahun 2005 sudah tidak terlihat lagi si burung berparuh kuning ini, karena ternyata banyak di buru dan di pelihara orang karena suaranya. Pasca Gempa 27 Mei 2006 lalu burung yang terkadang terlihat di lapangan rumput ini kembali ditemukan dengan populasi 6 ekor dan mulai membangun sarang pada candi-candi yang masih kokoh berdiri walau dihantam guncangan dan mengalami kerusakan berat. Diantara bebatuan peninggalan sejarah raja-raja itu, burung yang dikenal oleh masyarakat lokal sebagai jalak penyu ini berterbangan dan bercengkrama dengan pasangannya, menikmati kebebasan dan memulai untuk meneruskan hidup dengan bersiap memasuki musim breeding untuk menetaskan telur-telur dan menyambut kerak kerbau muda sebagai generasi penerus, agar keberadaannya di situs cagar budaya dunia ini tidak menjadi bagian dari cerita sejarah.

Gambar sepasang Kerak Kerbau terbang
Suara-suara indah lain pun mulai terdengar, Cucak kutilang, Gelatik jawa, Gereja erasia, Layang-layang loreng, Bentet kelabu, Cica-koreng jawa, Wiwik kelabu, Kekep babi, Cekakak sungai, Pelatuk (Caladi tilik) dan Sepah kecil saling bersahutan bak irama pada nyayian alam pagi hari menyambut sang mentari yang siap memberi kehangatannya dan mengajak manusia untuk mulai bekerja. Sesekali lewat di atas ketinggian lebih dari 50 meter Cangak abu dan segerombolan Kuntul kerbau dalam formasi yang indah mulai beranjak dari peraduan untuk berburu makanan, serta puluhan burung bondol menyambar-nyambar diantara tajuk-tajuk pepohonan yang tak ingin ketinggalan beraktivitas. Suasana pagi yang indah di sisa peninggalan dinasti syailendra ini, namun tak lama lagi kedamaian alam ini akan segera terusik, kala manusia mulai terbangun dari lelap tidurnya dan memulai kerja untuk mempertahankan hidupnya, sama dengan burung-burung yang bertahan untuk hidup. Ah…boleh kita berpikir seandainya mereka bisa bersanding dan saling mendukung, alangkah indahnya kawan hidup ini….!!!. (Naring-YKI/28/9/2006)


Sebelumnya saya mau minta ijin( tapi gambar sudah saya donwload)
saya mau pake gamabr ini buat di blog saya.tapi saya akan mencantumkan sumber dari gambar tersebut
terimakasih
Saya ingin kontak anggota bird watching di Yogyakarta. Kususnya yang amati burung kuntul di Kentingan ada gak ya…?
Saya ingin tanya apakah ada hubungannya antara burung kuntul disitu dengan pemanasan global..? ( ini untuk kepentingan berita )
Thanks
Andri
Koresponden BBC di Yogyakarta
0274-7137061
Bgs bgt artikelnya. Apalagi cara pengambilan fotonya.
itu di candi prambanan ya….
kemarin pas ikut monitoring gelatik sempat melihat, tapi kurang jelas…
hehehe…ada yang lebih jelas lagi gak fotonya hehehe…