Komunitas Kita di Media Massa

Aktivitas komunitas SBI-Info mendapat perhatian Koran Tempo. Pada edisi Sabtu, 18 November 2006, yang lalu, koran tersebut menurunkan liputan tentang SBI-Info. Untuk teman-teman yang belum sempat baca Koran Tempo, ini ada cuplikannya.

Membilang Burung di Langit

Bisa dengan mata telanjang.

sbi-info di koran tempoNyali Sunaring Kurniandaru menciut. Bumi Gunung Merapi terasa bergetar di kakinya yang tergigit dingin. Tapi langkah gadis 23 tahun itu tak surut menerobos semak-semak di lereng gunung.

Pada 23 April 2006 itu hari masih dini. Gadis yang biasa dipanggil Naring ini dan beberapa anggota Paguyuban Pengamat Burung Jogja berhenti di bawah sebuah pohon pinus setinggi sekitar 30 meter. “Saat itu kami harus memasang wing marker pada salah satu anakan elang hitam,” kata Naring di surat elektroniknya kepada Tempo, Kamis lalu.

Dini hari yang masih gelap itu, lulusan Universitas Atma Jaya Yogyakarta ini mengerahkan temannya memanjat pohon di bawah risiko terjatuh atau dipatuk induk elang. “Tapi anakan bisa dibawa turun,” katanya. Kegiatan itu adalah salah satu aktivitas yang dilakoni Naring selaku birdwatcher alias pengamat burung.

Di Indonesia, kegiatan pengamatan burung umumnya dilakoni lembaga-lembaga nirlaba yang bergerak di bidang konservasi burung. Tapi tak sedikit pula komunitas-komunitas atau klub-klub kecil. Klub-klub ini beranggotakan orang-orang dari berbagai latar belakang. Salah satunya adalah SBI-Info atau kependekan dari Sahabat Burung Indonesia-Info. Komunitas yang lebih banyak beraktivitas dalam mailing list sbi-info@yahoogroups.com dan situs SBI-InFo ini diikuti sekitar 100 orang dari berbagai ragam profesi.


“Ada wartawan, peneliti, dosen, mahasiswa, ahli hukum, pengusaha, dan sebagainya,” kata Jenni, salah seorang anggota komunitas tersebut. Anggotanya tersebar di Pulau Jawa, Kalimantan, dan Sulawesi.

Jenni mengatakan, selain sebagai wadah bagi pencinta burung dan birdwatching, SBI-Info adalah jaringan berbagai klub pengamat burung di Indonesia. Anggotanya bisa jadi anggota komunitas atau klub lain.

Jenni mengatakan keanggotaan tak terbatas semacam itu dipilih karena SBI-Info ingin menjadi wadah bertukar pikiran dan informasi. Meski lebih banyak bersosialisasi di dunia maya, anggota SBI-Info pada tahun lalu telah menggelar dua kali ekspedisi mencari burung trulek Jawa yang kabarnya sudah punah di Lumajang, Jawa Timur. Trulek (Vanellus macropterus) adalah sejenis burung air.

Jenni mengatakan tahun ini mereka berencana menggelar ekspedisi serupa selama enam bulan. “Rencananya kami akan menyisir pesisir Jawa, tapi masih mencari dana,” katanya. Pengamatan burung adalah kegiatan yang bisa dilakukan oleh siapa saja. “Karena burung itu adalah makhluk yang bisa dilihat di mana saja,” kata Jenni, yang juga aktivis sebuah lembaga swadaya masyarakat di Bogor.

Menurut dia, dengan mengamati burung, bisa diketahui bagus-tidaknya kondisi suatu lingkungan. Misalnya di sebuah sungai, keberadaan burung pemakan serangga air adalah penanda bahwa sungai itu masih bersih dari pencemaran. “Serangga air kan peka dengan kualitas air.”

Pendapat ini dibenarkan Agus Prijono, seorang ilustrator khusus burung yang tinggal di Bogor. Burung adalah satwa yang sangat dekat dengan kehidupan masyarakat. Karena itu, kata dia, burung bisa menjadi pintu masuk bagi masyarakat untuk menentukan apa yang bisa dilakukan bagi lingkungannya. Lagi pula kegiatan mengamati burung tak semahal yang dibayangkan orang.

Bila pengamat tak punya binokuler, semacam teropong, cukup dengan mata telanjang. “Yang penting dekat dengan obyek, tidak berisik, dan tidak mengenakan baju mencolok,” katanya.

Karyadi Baskoro, pengajar di Universitas Diponegoro, Semarang, mengatakan kegiatan pengamatan burung adalah aktivitas yang menyenangkan dan menyehatkan. Pengamat harus bangun pagi dan berjalan-jalan bila ingin menyaksikan aktivitas burung.

Karyadi yang juga aktivis SBI-Info ini tak kebetulan bergelut dengan kegiatan tersebut. Selain karena mendalami ilmu ekologi hewan darat, dia memang menyukai aktivitas luar ruangan. “Kegiatan ini memperkaya warna dalam berkegiatan di luar ruangan,” katanya kepada Tempo kemarin.

Karyadi pun menularkan hobi itu kepada pada mahasiswanya, sampai kemudian dia menjadi salah satu motor berdirinya Komunitas Pengamat Burung Suka-suka Semarang. Dia pun menggiatkan pengamatan burung di Haliaster, kelompok pencinta alam mahasiswa Jurusan Biologi Universitas Diponegoro. [Deddy Sinaga]

Tak Hanya Birdwatcher

Birdwatcher ternyata bukanlah istilah tunggal bagi orang-orang yang gemar mengamati burung. Menurut Agus Prijono, ada beberapa istilah lain sesuai dengan sifatnya masing-masing. Berikut ini keterangannya.

Twitcher

Terobsesi untuk membuat daftar jenis burung dan berusaha mengamati burung-burung langka yang sudah ditemukan oleh pengamat burung lain. Mereka rela keliling dunia demi seekor burung langka.

Birder

Bersemangat tapi tidak terobsesi. Memiliki pengetahuan dalam mengidentifikasi dan kenal lokasi lokal yang bagus untuk pengamatan.

Dude

Tidak terlalu serius, lebih menyukai lingkungan yang indah dan cuaca yang baik. Biasanya cukup puas dengan burung-burung yang bisa dijumpai.

Stringer

Seorang pengamat yang identifikasinya diragukan karena menyebut satu jenis burung langka ternyata ada di tempat lain. [Deddy Sinaga]

Ada 5 komentar

  1. Yoki @

    Hau siapa yang ngaku menjadi Twitcher :D

  2. naring @

    kalo ada stringer pasti di pisuhi…

  3. iis @

    saya Iis dari media Indonesia, saya mengajak teman-teman untuk menulis di rubrik Tentang Media Indonesia, terbit tiap Rabu, didekasikan khusus untuk komunitas beragam format dan bentuk di Indonesia, mohon konfirmnya ke izet_id@yahoo.com

  4. Ricky Pratama @

    dear BirdWatching… had you an Indonesian bird list? in species? there were listed 452 indonesian common bird including 251 spesial islands bird inside… had you some information bout this issue?

    thanks

    Ricky

  5. noven @

    bisa minta nomor yang bisa dihubungi atau alamat komunitas pecinta burung yang ada di semarang?

    trims ^^

Beri Komentar

trinil

Shoutbox

Last Message 1 hour, 12 minutes ago
  • buy ativan online : Aloha! «link» buy ativan online
  • klonopin online : Aloha! «link» klonopin online
  • meridia online : Aloha! «link» meridia online
  • ativan without pre : Aloha! «link» ativan without prescription
  • buy meridia : Aloha! «link» buy meridia
  • buy adipex online : Aloha! «link» buy adipex online
  • buy adipex : Aloha! «link» buy adipex
  • buy ativan : Aloha! «link» buy ativan
  • ativan online : Aloha! «link» ativan online
  • buy adipex without : Aloha! «link» buy adipex without prescription
  • ambien without pre : Aloha! «link» ambien without prescription
  • ambien online : Aloha! «link» ambien online
  • buy ambien : Aloha! «link» buy ambien
  • xanax without pres : Aloha! «link» xanax without prescription
  • buy ambien online : Aloha! «link» buy ambien online
  • buy xanax : Aloha! «link» buy xanax
  • valium without pre : Aloha! «link» valium without prescription
  • xanax online : Aloha! «link» xanax online
  • adipex p : Aloha! «link» adipex p
  • ambien cr : Aloha! «link» ambien cr
  • buy xanax online : Aloha! «link» buy xanax online
  • buy ambien online : Aloha! «link» buy ambien online
  • purchase ambien wi : Aloha! «link» purchase ambien without prescription
  • buy valium online : Aloha! «link» buy valium online
  • adipex online : Aloha! «link» adipex online
  • ativan online : Aloha! «link» ativan online
  • clonazepam online : Aloha! «link» clonazepam online
  • diazepam : Aloha! «link» diazepam
  • alprazolam online : Aloha! «link» alprazolam online
  • lorazepam online : Aloha! «link» lorazepam online
  • buy phentermine on : Aloha! «link» buy phentermine online
  • phentermine withou : Aloha! «link» phentermine without prescription
  • buy valium : Aloha! «link» buy valium
  • buy ambien : Aloha! «link» buy ambien
  • valium online : Aloha! «link» valium online

Lain-lain

Mailing List

Untuk bergabung dengan milis SBI-info, masukkan alamat email pada kolom di bawah ini lalu klik JOIN.