Mengais Pengalaman di Kaki Slamet

Hujan deras mengguyur pagi itu (minggu, 3 Desember 2006) sedikit mengulur waktu kami untuk mengikuti perburuan burung hari itu.

Karso sebenarnya telah berencana untuk berangkat pukul 05:00 pagi ke kaki gunung slamet. Ya…hujan sabtu malam memberi harapan terang di minggu pagi, ‘biasanya kalau habis hujan banyak burungnya yang keluar”, ungkap Karso dalam bahasa jawa ngapak yang memaksa ku bekerja keras memahaminya karena terlalu cepat. Namun alam belum berpihak pada kami, padahal 8 pemuda pengamat burung dari KSLB (Kelompok Suka Liat Burung) Purwokerto dan Bio-Explorer Unsoed telah siap mengiringi perjalanan lelaki bertubuh kecil yang murah senyum.

Sambil menunggu air yang jatuh dari langit benar-benar berhenti, dengan cekatan Karso menggelar jaring (stasionery net) di depan rumahnya, dan sedikit demi sedikit laron diambilnya dalam genggaman, di tiup agar panas dan laron terbang. Dilepaskan perlahan-lahan, laronpun berterbangan perlahan dan belum sempat merasakan kebebasan dari genggaman Karso, para laron pun segera di sahut oleh Kacamata biasa dan Walet linchi. Happ…..asyik dapat makanan gratis dari pria berusia 23 tahun itu.


Tak lama seekor Walet pun terperangkap di jaring yang panjangnya sekitar 12 meter, wah….mungkin walet tidak hati-hati. Dengan cekatan Karso mengambilnya dan kamipun mulai mengamati morfologi burung yang tak pernah bertengger ini, tampak kakinya kecil pun paruhnya, namun bentangan sayapnya lebih lebar dari panjang sebuah bolpoin. Ya….cukup sang Walet pun sudah cukup memberi kami pengetahuan baru, ayo terbang lagi dan jangan ulangi kesalahan kedua kali terjebak di jaring Karso atau pun pemburu lain.

Pukul 09:00 pagi, langit mulai bersahabat, matahari bersinar dengan leluasa dan kicau burung semakin ramai bersahutan, nah…belum beranjak dari rumah seekor elang hitam soaring di atas rumah, Karso pun tersenyum, sambil berucap “setiap hari pasti ada elang terbang di sini seliweran….’, sambil mengenakan sepatu boot kulitnya yang tampak telah kusam, lelaki pendek berkulit gelap ini melangkah di jalan setapak menanjak yang licin karena hujan dan dipenuhi bebatuan, dan kami pun mengiringi perjalanan sang pemburu melewati kali berair deras, rimbunan semak diantara tingginya pohon-pohon damar.

Sepanjang perjalanan Karso menyebar laron yang dibawanya dalam kaleng bekas roti, “ ini untung memancing burung keluar…’, ungkapnya. Selain itu juga untuk mengetahui lokasi yang tepat untuk memasang jaring. Dalam perjalanan tak jarang Karso bercanda, juga memberitahu kami kalau dia melihat burung dan mendengar suara, wah….ternyata Karso sangat mengenal suara-suara teman-teman liar di kaki gunung slamet ini. Setelah kurang lebih satu jam berjalan mendaki di jalur yang jarang dilewati ini, Karsinnon mengisyaratkan kami untuk berhenti. Sambil menyebar laronnya, Ia memberitahu kami bahwa disini dia akan memasang jaringnya, ya….tepatnya di daerah gigir malang. Dengan aritnya Karso membabat beberapa batang pohon muda untuk dijadikan tiang jaringnya, selain itu juga di habiskannya semak-semak agar jaringnya dapat tergelar dengan sempurna.

Karso memasang 2 buah jaring dengan ketinggian berbeda, “yang tinggi untuk menangkap burung-burung yang suka terbang tinggi dan bertengger di pohon-pohon tinggi, yang pendek untuk pohon-pohon semak,” ungkapnya di balik semak-semak yang di tutupi sebagai tempat persembunyian kami. Yap…..tak lama seekor pijantung kecil (Arachnothera longirostra) terjebak di jaring, setelah kami mengamati si kecil ini Karsopun memasukkannya ke dalam besek. Tak sampai 1 jam pentis pelangi (Prionochilus percususs) yang ramai berterbangan di atas persembunyian kami pun akhirnya tertangkap juga. Si kecil berwarna indah ini tampak cantik, secepatnya kami buka buku panduan, yes…si jantan ternyata tak tega berlama-lama di tangan Karso, iapun memasukkannya lagi ke dalam besek. “wah….agak sepi ini tidak seperti biasanya……,” ujar Karso.

Tiba-tiba ia pun meminta kami untuk diam dan tenang, ya…seekor Cica daun besar (Chloropsis sonnerati) tampak bertengger di pohon Damar, Karso pun segera menebar laronnya dan berharap burung yang menurutnya berharga mahal itu terjaring. Namun masih kurang beruntung ternyata, di pemilik warna hijau itu hanya menangkap laron Karso dan tak memperdulikan jaringnya, pun ketika muncul Cica daun kecil (Cloropsis cyanopogon) betina yang juga turut menikmati sajian laron. Justru yang terjaring malah Sepah hutan jantan, “wah…harganya murah hanya 5000 rupiah,” tampak kekecewaan di wajahnya.

Pukul 12:30 tiba-tiba Karso berlari menuju jaringnya yang pendek, saat kembali, waw….ternyata si betina Paok pancawarna (Pitta guajana) tertangkap. Kami semua termangu melihatnya, ya…maklum baru pertama kali lihat burung indah ini. “ini pertamakali juga tertangkap, biasanya susah….dia biasanya di semak-semak terbang rendah jarang terlihat, saya cuma hafal suaranya….,” ungkap Karso. Ya…ternyata masih ada 2 ekor lagi yang berada di depan kami berseliweran sambil bersuara cukup keras….paowwwkk….poowwwkk…., seolah memanggil kawannya yang kini terjebak di dalam besek. Tak lama Karso kembali turun, kali ini Paok pancawarna jantan, ya…tampak jelas warna biri melingkar di bulu lehernya, selain itu warnanya tampak cerah. “ ini mungkin pasangan yang tadi….,” ujar Yatno menyela. Wah…..sepasang Paok pancawarna, dengan terkagum-kagum pada burung berbulu cantik ini kami mengamati perbedaan morfologi keduanya, sambil mencocokan pada buku panduan MacKinnon yang kami pegang. “Berapa harganya mas….,”. “Paling hanya 10.000 mbak…..,”. Kaget juga, burung yang sangat sulit dijumpai ini ternyata bagi para pemburu dan pengekang kebebasan burung tidak berharga sama sekali, bahkan burung endemik seperti Tesia jawa, Kipasan ekor merah dan Opior jawa yang banyak tertangkap Karso sebelumnya hanya berharga 500 rupiah, padahal untuk melihatnya di alam, seotrang Twicher rela membayar mahal.

Namun Karso ternyata masih memiliki nurani kasihan, burung-burung kecil yang murah belakangan jika tertangkap dilepaskan kembali, “kasihan juga mbak, dari pada mati soalnya sulit peliharanya…”. tutur Karso sambil tersenyum dan melepas si Pijantung kecil dan Pentis pelangi. yang dibawanya kembali ke gubug kecilnya hanya Sepah hutan (Pericrocotus flammeus) dan sepasang Paok pancawarna. Langit mulai tidak bersahabat, mendung bergelayut diatas kami. Mengingat jalanan licin dan harus melewati sungai, kamipun segera berbenah mengumpulkan semua peralatan dan siap kembali kerumah sang pemburu.

Sepah hutan di jualnya ke pengepul seharga Rp.5000,00, sedang pasangan Paok pancawarna masih disimpannya dalam sangkar. Tampaknya Karso bimbang, karena burung ini termasuk dalam langka, ia pun minta pertimbangan kami. Hup…dengan tegas kami memintanya untuk melepas kembali.

Akhirnya keesokan hari setelah kami melakukan pengukuran morfometri, kami kembali menuju hutan untuk melepaskan sepasang Paok pancawarna yang siap melakukan perkawinan dan meregenerasi beranak pinak di kaki G. Slamet, janji Karso burung-burung yang telah sulit ditemukan di tanah kelahirannya ini akan mulai di jaganya bersama teman-teman KSLB dan Bio-Explorer. Kedekatannya dengan anak-para birdwatcher membawa pengaruh besar, dan meningkatkan pemahamannya akan kelestarian burung di alam. Ia pun mengakui bahwa saat ini banyak burung yang mulai menghilang, seperti Serindit Jawa tidak dijumpainya lagi di alam lereng selatan G. Slamet. Jadi ingat sebuah kisah dalam film Last Samurai yang menggambarkan bagaimana dua orang yang berseberangan, bermusuhan satu sama lain, kemudian menjadi saling memahami, saling mengisi dan kemudian tumbuh kerjasama guna mencapai satu tujuan. Karso dan para birdwacher serta konservasionist diharapkan bisa menjadi sahabat, saling tukar pikiran dan berbagi pengalaman, untuk tujuan bernama “kebebasan”.Terima kasih. (Sunaring Kurniandaru, YKI)

Ada 3 komentar

  1. Pras KSLB @

    Semoga bukan hanya Karso yang mulai berubah pemahaman akan “HARGA JUAL BURUNG”, sebab masih buanyak Karso lain yang sama sekali belum terbesit bersahabat dengan burung secara bebas di alam, Karso lain juga yang masih meng-kandang-kan seekor Elang Jawa,dan Karso-Karso Jr yang saat ini tengah ditempa menjadi pemburu di Slamet oleh seniornya.

    So….mari berjuang…………………!!!!

  2. Naring @

    wah, pras….kerja berat nih KSLB dan BE buat memunculkan kesadaran baru di teman-teman kecil kaki slamet. gimana dari pemburu jadi pemandu……bikin acara kecil lah untuk bangunan kesadaran publik akan burung dan habitatnya…..jadi nggak cuma eksplorasi biodiversity terus…..kolaborasi….dan seimbang, dari segi ilmiah, eksplorasi biodiversity juga bangunan kesadaran masyarakat (public awarnessnya0 keren juga tuh Pras….karso bisa jadi contoh, termasuk menghadang pihak-pihak yang cuma mau mengeksploitasi Slamet untuk kepentingan profit semata…..tapi hati-hati ini kerja keras lho….
    Salam dari lereng selatan merapi buat seluruh birdwatcher di kaki G. Slamet
    naring

  3. susanto @

    bang, saya minta, itupun kalau abang dapat berikan. kebetulan saya membutuhkan gambar atau sketsa untuk burung walet dengan ukuran yang sangat besar. Jadi kalau bisa tolong kirimkan gambar besar untuk burung walet tersebut. ok

Beri Komentar

elang

Shoutbox

Last Message 1 hour, 11 minutes ago
  • buy ativan online : Aloha! «link» buy ativan online
  • klonopin online : Aloha! «link» klonopin online
  • meridia online : Aloha! «link» meridia online
  • ativan without pre : Aloha! «link» ativan without prescription
  • buy meridia : Aloha! «link» buy meridia
  • buy adipex online : Aloha! «link» buy adipex online
  • buy adipex : Aloha! «link» buy adipex
  • buy ativan : Aloha! «link» buy ativan
  • ativan online : Aloha! «link» ativan online
  • buy adipex without : Aloha! «link» buy adipex without prescription
  • ambien without pre : Aloha! «link» ambien without prescription
  • ambien online : Aloha! «link» ambien online
  • buy ambien : Aloha! «link» buy ambien
  • xanax without pres : Aloha! «link» xanax without prescription
  • buy ambien online : Aloha! «link» buy ambien online
  • buy xanax : Aloha! «link» buy xanax
  • valium without pre : Aloha! «link» valium without prescription
  • xanax online : Aloha! «link» xanax online
  • adipex p : Aloha! «link» adipex p
  • ambien cr : Aloha! «link» ambien cr
  • buy xanax online : Aloha! «link» buy xanax online
  • buy ambien online : Aloha! «link» buy ambien online
  • purchase ambien wi : Aloha! «link» purchase ambien without prescription
  • buy valium online : Aloha! «link» buy valium online
  • adipex online : Aloha! «link» adipex online
  • ativan online : Aloha! «link» ativan online
  • clonazepam online : Aloha! «link» clonazepam online
  • diazepam : Aloha! «link» diazepam
  • alprazolam online : Aloha! «link» alprazolam online
  • lorazepam online : Aloha! «link» lorazepam online
  • buy phentermine on : Aloha! «link» buy phentermine online
  • phentermine withou : Aloha! «link» phentermine without prescription
  • buy valium : Aloha! «link» buy valium
  • buy ambien : Aloha! «link» buy ambien
  • valium online : Aloha! «link» valium online

Lain-lain

Mailing List

Untuk bergabung dengan milis SBI-info, masukkan alamat email pada kolom di bawah ini lalu klik JOIN.