Menulis Feature

Sepulang dari suatu kawasan wisata, tempat penelitian, atau dari luar negeri, Anda duduk di depan komputer. Begitu banyak yang sudah Anda lihat. Begitu banyak yang Anda dengar. Semuanya menarik untuk ditulis.

Oke. “Tapi, apa yang mesti saya tulis?” begitu mungkin Anda bertanya.

Berceritalah saja. Tulislah sebuah feature.

“Feature? Apa itu? Apa bedanya dengan menuls berita?”

Jika dalam penulisan berita yang diutamakan ialah pengaturan fakta-fakta, maka dalam penulisan feature kita dapat memakai teknik ‘’mengisahkan sebuah cerita'’. Itulah kunci perbedaan antara berita ‘’keras'’ (spot news) dan feature.

Penulis feature pada hakikatnya adalah seorang yang berkisah. Penulis melukis gambar dengan kata-kata: ia menghidupkan imajinasi pembaca; ia menarik pembaca agar masuk ke dalam cerita itu dengan membantunya mengidentifikasikan diri dengan tokoh utama.

Penulis feature untuk sebagian besar tetap menggunakan penulisan jurnalistik dasar, karena ia tahu bahwa teknik-teknik itu sangat efektif untuk berkomunikasi. Tapi bila ada aturan yang mengurangi kelincahannya untuk mengisahkan suatu cerita, ia segera menerobos aturan itu.

‘’Piramida terbalik'’ (susunan tulisan yang meletakkan informasi-informasi pokok di bagian atas, dan informasi yang tidak begitu penting di bagian bawah — hingga mudah untuk dibuang bila tulisan itu perlu diperpendek) sering ditinggalkan. Terutama bila urutan peristiwa sudah dengan sendirinya membentuk cerita yang baik.

Tulisan yang hidup adalah senjata penting untuk menaklukkan minat pembaca di tengah persaingan antar media komunikasi yang kian ketat. Mereka dikangeni karena berjiwa — personal, memiliki sudut pandang yang unik dan cerdas, serta penuh vitalitas.

Tulisan yang baik tak ubahnya seperti tarian burung camar di sebuah teluk: ekonomis dalam gerak, tangkas dengan kejutan, simple dan elok.

Apa pun subyeknya, setiap karya jurnalistik yang bagus memiliki setidaknya tujuh unsur.

Informasi
Adalah informasi, bukan bahasa, yang merupakan batu bata penyusun sebuah tulisan yang efektif. ‘’Prosa adalah arsitektur, bukan dekorasi interior,'’ kata Ernest Hemingway. Untuk bisa menulis prosa yang efektif, penulis pertama-tama harus mengumpulkan kepingan informasi serta detil konkret yang spesifik dan akurat — bukan kecanggihan retorika atau pernik-pernik bahasa.

Signifikansi
Tulisan yang baik memiliki dampak pada pembaca. Dia mengingatkan pembaca pada sesuatu yang mengancam kehidupan mereka, kesehatan, kemakmuran maupun kesadaran mereka akan nilai-nilai. Dia memberikan informasi yang ingin dan penting diketahui pembaca. Serta meletakkan informasi itu dalam sebuah perspektif yang berdimensi: mengisahkan apa yang telah, sedang dan akan terjadi.

Fokus
Tulisan yang sukses biasanya justru pendek, terbatasi secara tegas dan sangat fokus. ‘’Less is more,'’ lagi-lagi kata Hemingway. Umumnya tulisan yang baik hanya mengatakan satu hal. Mereka mengisahkan seorang serdadu atau seorang korban, bukan pertempuran. Memperbincangkan sebuah person, sebuah kehidupan, bukan sebuah kelompok sosio-ekonomi. ‘’Don’t write about Man, write about a man,'’ kata Elwyn Brooks White, seorang humoris Amerika.

Konteks
Tulisan yang efektif mampu meletakkan informasi pada perspektif yang tepat sehingga pembaca tahu dari mana kisah berawal dan ke mana mengalir, seberapa jauh dampaknya dan seberapa tipikal. Penulis yang tak terlalu piawai menyajikan konteks dalam sebuah kapsul besar secara sekaligus, sehingga sulit dicerna. Penulis yang lebih lihai menggelombangkan konteks ke seluruh cerita.

Wajah
Manusia suka membaca tulisan tentang manusia lainnya. Jurnalisme menyajikan gagasan dan peristiwa — trend sosial, penemuan ilmiah, opini hukum, perkembangan ekonomi, krisis internasional, tragedi kemanusiaan — dengan memperkenalkan pembaca kepada orang-orang yang menciptakan gagasan dan menggerakkan peristiwa. Atau dengan menghadirkan orang-orang yang terpengaruh oleh gagasan dan peristiwa itu.

Tulisan akan efektif jika penulisnya mampu mengambil jarak dan membiarkan pembacanya bertemu, berkenalan serta mendengar sendiri gagasan/informasi/perasaan dari manusia-manusia di dalamnya. “Don’t say the old lady screamed — bring her on and let her scream,'’ kata Mark Twain, jurnalis dan novelis pengarang The Adventure of Tom Sawyer.

Bentuk
Tulisan yang efektif memiliki sebuah bentuk yang mengandung dan –sekaligus — mengungkapkan cerita. Umumnya berbentuk narasi. Dan sebuah narasi bakal sukses jika memiliki semua informasi yang dibutuhkan pembacanya dan jika ceritanya bisa diungkapkan dalam pola kronologis aksi-reaksi. Penulis harus kreatif untuk menyusun sebuah bentuk yang memungkinkan pembacanya memiliki kesan komplet yang memuaskan, perasaan bahwa segala yang ada dalam tulisan mengalir ke arah konklusi yang tak terhindarkan.

Suara
Kita tak boleh lupa, bahkan dalam abad komunikasi massa seperti sekarang kegiatan membaca tetap saja bersifat pribadi: seorang penulis bertutur kepada seorang pembaca. Tulisan akan mudah diingat jika mampu menciptakan ilusi bahwa seorang penulis tengah bertutur kepada pembacanya. Majalah/koran yang baik tak ubahnya seperti pendongeng yang memukau. Dan penulis yang baik mampu menghadirkan warna suara yang konsisten ke seluruh cerita, tapi menganekaragamkan volume dan ritme untuk memberi tekanan pada makna.

Secara ringkas, tulisan yang baik mengandung informasi menarik dan berjiwa. Menarik karena penting, terfokus dan berdimensi. Serta berjiwa, karena berwajah, berbentuk dan bersuara.

Untuk membuat tulisan feature yang baik, perhatikan tujuh “gagal” yang hal yang harus dihindari:

  • Gagal menekankan segala yang penting — seringkali karena gagal meyakinkan bahwa kita memahami informasi yang kita tulis.
  • Gagal menghadirkan fakta-fakta yang mendukung.
  • Gagal memerangi kejemuan pembaca. Terlalu banyak klise, hal-hal yang umum. Tak ada informasi spesifik yang dibutuhkan pembaca.
  • Gagal mengorganisasikan tulisan secara baik — organisasi kalimat maupun keseluruhan cerita.
  • Gagal mempraktekkan tata bahasa secara baik; salah membubuhkan tanda baca dan salah menuliskan ejaan.
  • Gagal menulis secara balans, sebuah dosa yang biasanya merupakan akibat ketidakpercayaan kepada pembaca, atau keengganan untuk membiarkan fakta-fakta yang ada mengalirkan cerita sendiri tanpa restu dari persepsi penulis tentang arah cerita yang benar. Dengan kata lain: menggurui pembaca, elitis.

[Disarikan dari berbagai sumber oleh Wicaksono]

Ada 9 komentar

  1. naring @

    wah…thank mas wicak share pengetahuannya, semangat buat menulis…..sebenarnya pengen nulis, tapi kadang sampai depan komputer seluruh sel nggak mau diajak kerjasama…..terutama sel mata dan otak..he..he…thanks. selamat menulis…
    salam

  2. Noni @

    Kalo ada yang mau coba menulis, kirim aja tulisannya ke fransisca_noni@yahoo.com. Ntar bisa dikasih masukan sama pakarnya. Selamat menuliss….

  3. cilukba @

    sebenarnya aQ pengen coba untuk nulis…
    tapi, aq pasti punya kendala setiap awal penulisanya n anggel yang aku ambil pasti lari-lari. jadi gmn tuch…????
    mohon sarannya yach…..!!!

  4. hilman @

    wah dapat info baru nie

    mau belajar juga ah..

  5. endang @

    kalo menulis feature itu harus pake wawancara gak si pak????

  6. Dafi Tawon @

    menulis :D is nde part of mai lef

  7. eurosia @

    wah thanks banget buat infonya. tumben gue juga reporter di Timor Leste. jujur gue juga banyak kendala buat nulis feature. so info ini sangat bermanfaar buat gue. thank’s

  8. ilsora @

    makasih atas infonya..
    tp saya masih blm mengerti bagaimana tulisan itu memiliki jiwa?

  9. adra @

    matur nuhun buat infonya_ad pertanyaan nie kalo jurnalis yang punya karakter tu spesifiknya jurnalis yang sprt ap?? saya tunggu artikel lainya. . .n_n

Beri Komentar

pecuk

Shoutbox

Last Message 1 hour, 15 minutes ago
  • buy ativan online : Aloha! «link» buy ativan online
  • klonopin online : Aloha! «link» klonopin online
  • meridia online : Aloha! «link» meridia online
  • ativan without pre : Aloha! «link» ativan without prescription
  • buy meridia : Aloha! «link» buy meridia
  • buy adipex online : Aloha! «link» buy adipex online
  • buy adipex : Aloha! «link» buy adipex
  • buy ativan : Aloha! «link» buy ativan
  • ativan online : Aloha! «link» ativan online
  • buy adipex without : Aloha! «link» buy adipex without prescription
  • ambien without pre : Aloha! «link» ambien without prescription
  • ambien online : Aloha! «link» ambien online
  • buy ambien : Aloha! «link» buy ambien
  • xanax without pres : Aloha! «link» xanax without prescription
  • buy ambien online : Aloha! «link» buy ambien online
  • buy xanax : Aloha! «link» buy xanax
  • valium without pre : Aloha! «link» valium without prescription
  • xanax online : Aloha! «link» xanax online
  • adipex p : Aloha! «link» adipex p
  • ambien cr : Aloha! «link» ambien cr
  • buy xanax online : Aloha! «link» buy xanax online
  • buy ambien online : Aloha! «link» buy ambien online
  • purchase ambien wi : Aloha! «link» purchase ambien without prescription
  • buy valium online : Aloha! «link» buy valium online
  • adipex online : Aloha! «link» adipex online
  • ativan online : Aloha! «link» ativan online
  • clonazepam online : Aloha! «link» clonazepam online
  • diazepam : Aloha! «link» diazepam
  • alprazolam online : Aloha! «link» alprazolam online
  • lorazepam online : Aloha! «link» lorazepam online
  • buy phentermine on : Aloha! «link» buy phentermine online
  • phentermine withou : Aloha! «link» phentermine without prescription
  • buy valium : Aloha! «link» buy valium
  • buy ambien : Aloha! «link» buy ambien
  • valium online : Aloha! «link» valium online

Lain-lain

Mailing List

Untuk bergabung dengan milis SBI-info, masukkan alamat email pada kolom di bawah ini lalu klik JOIN.