Ngabuburit ala SBI-Info di Kebun Raya Bogor

Berawal dari milis SBI-Info yang dikirim oleh Mba Irma kepada rekan-rekan SBI-Info termasuk saya tentang Ngabuburit sambil pengamatan burung di KRB, akhirnya pada Sabtu, 13 September yang lalu, sekitar jam 4 sore saya dan rekan -rekan SBI-Info yang lainnya mulai berkumpul di Kebun Raya Bogor. Tepatnya sekitar Danau Gunting di belakang Istana, yang katanya jadi tempat favorit kumpulnya teman-teman.
Meskipun awalnya sempat bingung mencari rekan-rekan yang sudah datang lebih dulu, terutama para senior SBI-Info yang sekaligus ahli ngamatin burung, namun akhirnya kebingungan saya terjawab juga setelah bertemu dengan Mba Jeni, Mba Irma, Londo, Dayat, Alex, Dimas, Nick Djaya, Adnun, Devi, Nanang dan Udin.
Cuaca yang sejuk di sore itu, sangat mendukung kami untuk segera melakukan pengamatan burung. Akhirnya, setelah berkenalan satu sama lainnya, kami putuskan memulai petualangan mengamati burung sekaligus ngabuburit.
Mengamati burung, bertemu tanaman
Pengamatan dimulai dengan menyusuri jalan-jalan di samping istana, kemudian menuju lokasi mekarnya bunga bangkai yang nantinya akan berakhir di lapangan atau taman utama KRB. Banyak hal menarik yang ditemukan, misalnya saja suara Cekakak sungai yang sangat ramai, suara Tekukur yang terdengar sayup-sayup dari kejauhan. Selain Burung, saya juga belajar mengenai nama tumbuh-tumbuhan dari Alex, beberapa pohon sudah mulai saya kenal, seperti Pohon Gaharu, Pohon jenis mangga-manggaan dan nangka-nangkaan . Ada pula pohon Meranti yang besar yang tingginya hampir 10x lipat tubuh manusia, sampai poho-pohon yang diberi tanda dan bertuliskan “Awas!!! Jangan Disentuh, Getahnya Beracun..” Kata racun inilah yang akhirnya jadi perbincangan menarik sepanjang perjalanan.
Hal menarik lainnya yang ditemui adalah rumah lebah. Sangat istimewa rumah lebah kali ini, sebab tidak seperti biasanya yang sering kita lihat di pohon-pohon. Rumah lebah ini cukup besar dan banyak. Menurut salah satu rekan kami yang mengamati lebih dekat, dalam satu pohon besar bisa mencapai 16-18 bahkan lebih rumah lebah yang menempel pada batang dan dahan pohon tersebut.Akhirnya , kami pun mencoba melihatnya dengan menggunakan binokuler secara bergiliran. ” Iiihh……geli ngliatnya!!!”, celoteh teman-teman.
Tak lama kemudian, Dayat menjelaskan tentang lebah-lebah itu sambil melanjutkan perjalanan. Dari mana asalnya,mengapa ada di KRB. Menurut penjelasannya lebah-lebah tersebut bukanlah penghuni asli Kebun Raya. Akan tetapi mereka adalah lebah-lebah yang bermigrasi sementara di Kebun Raya. Hal ini pula yang menjadi salah satu pertanda bahwa migrasi burung pun telah dimulai.
Selang beberapa menit dari kawasan rumah lebah, akhirnya saya dan teman lainnya tiba di lokasi mekarnya Bunga Bangkai . Meskipun sedikit kecewa, karena bunga bangkainya mulai layu, namun tetap saja bunga yang memiliki keunikan dengan baunya yang khas ini masih mampu menyihir kami untuk coba mendekatinya.
Setelah puas dengan Bunga Bangkai dan mendengarkan penjelasan dari Alex mengenai bunga ini, perjalanan pun kami lanjutkan menuju lapangan utama. Tak lama kemudian , akhirnya kami tiba di lapangan utama KRB. Sambil berbincang kecil membahas hal-hal menarik yang kami temui sepanjang pengamatan, terlihat dari kejauhan di arah timur Pak Kris datang dengan gayanya yang khas dan mulai menghampiri kami. Datang pula Yoki, Mba Noni dan Kang Dudung beserta keluarga.
Buka puasa di depan Café Dedaunan
Maka….dimulailah suasana keakraban ala SBI-Info. Mulai dari tanya kabar, buat rencana kegiatan mendatang sampai bercerita masa-masa ngamatin yang telah lewat. Keramaian akhirnya terhenti sejenak, karena saat buka puasa telah tiba. Dari kurma yang jadi sunnah sampai combro (makanan sunda yang terbuat dari ketela pohon) jadi bahan rebutan teman-teman.
Akhirnya…malam kian menyapa,suasana sunyi di KRB mulai terasa, hembusan angin…lampu-lampu taman yang terang…pohon-pohon yang mulai tertidur….suara jangkrik yang ramai….dan cahaya bulan yang indah turut serta menemani kami yang sedang berbuka puasa. Kini, tibalah saat kami untuk pulang ke daerah masing-masing. ” Sampai jumpa…sampai bertemu lagi di lain waktu…”, itulah kata-kata terakhir yang kami ucapkan sebelum akhirnya beranjak satu persatu kearah tujuan masing-masing.
Penulis : Lilis/SBI-Info

