Layang-Layang di Langit Yogyakarta

11 November 2006 oleh redaksi

Rintik air jatuh dari langit, setelah panas mentari hari itu menyengat kehidupan kota Jogjakarta. Rabu (8/11/06) sore itu, kala sang surya bersinar kemerahan bersiap bersembunyi di ufuk barat, dan sang dewi malam dengan sedikit malu-malu menampakan keanggunan sinarnya yang diiringi kumandang adzan magrib dari pengeras-pengeras suara masjid saling bersahutan bergema, ribuan burung Layang-layang api (Hirundo rustica) menari-nari di langit dengan indahnya. Setiap mata diatas kendaraan yang berhenti di perempatan lampu merah kantor pos terbesar di yogya itu memandang takjub, ‘walet….walet’, kata itu yang keluar saat menyaksikan ribuan burung bak titik-titik hitam melayang-layang di merahnya atap bumi.

ly1.jpg
Doc. Imam/11-06

Read more..

Jenis Burung Baru Ditemukan di India

13 September 2006 oleh redaksi

Ramana Athreya, seorang ahli astronomi yang bekerja di National Centre for Radio Astrophysics di Universitas Pune, India berhasil menemukan satu jenis burung baru. Sebuah penemuan yang dikatakan sebagai “most sensational ornithological discovery in India” beritanya dirilis pada tanggal 13 September 2006 setelah sebelumnya diterbitkan dalam Jurnal Indian Birds, Vol. 2 No. 4.

Sebenarnya Ramana pernah melihat burung ini sebelumnya pada tahun 1995 hanya saja burung yang dilihatnya diidentifikasi sebagai Liocichla omeiensis. Tetapi jenis tersebut adalah jenis burung endemik Cina dan lokasi sebarannya ada 1.000 km jauhnya dari tempat ia melihat burung tersebut di Suaka Margasatwa Eaglenest, Arunachal Pradesh.

Baru pada bulan Mei 2006, seekor “burung misterius” tersebut berhasil dijaring, difoto, diukur-ukur, suaranya direkam dan kemudian dilepaskan kembali. Ramana mengatakan “burung itu terlalu langka untuk dibunuh dan dengan teknologi yang kita miliki sekarang kita bisa mendapatkan informasi yang diperlukan untuk mengkonfirmasi bahwa jenis ini adalah jenis baru“.

Dr. Nigel Collar dari BirdLife International mengatakan “Saya menyambut gembira dan mengucapkan selamat kepada Ramana atas penemuannya yang luar biasa dan saya mendukung penuh keputusannya untuk tidak membunuh burung tersebut untuk dijadikan spesimen“.

Saat ini populasi jenis baru ini diketahui ada 14 ekor. Jenis ini bukanlah burung pemalu dan mudah dilihat sehingga kalau jenis ini buikan jenis langka tentu telah ditemukan sejak lama.

Untuk sementara ini burung yang bernama Inggris Bugun Liocichla ini diberi nama ilmiah Liocichla bugunorum sp. nov.

Selamat untuk Ramana dan semoga ini bisa memacu semangat para pencinta burung di Indonesia untuk terus melakukan eksplorasi.

Sumber: Press release BirdLife International

Tragedi Pak Tua Bersepeda

6 September 2006 oleh redaksi

Apa beda antara pedagang dan penjual burung? Tanyakanlah kepada Pak Tua bersepeda dengan kandang unggas dan ikan ini. Ia mungkin akan menjawab, “Sama saja.”

Barangkali juga ia malah tak peduli. Pedagang atau penjual apa bedanya?
Tapi, coba tanyakan kepadanya bagaimana ia bertahan hidup? Ia mungkin akan menjawab, “Ya menjual burung.”

Demi berapa ribu rupiah?
Entah. Pokoknya asal bisa membuat dapurnya berasap kembali.

Pak Tua ini mungkin juga tak pernah peduli bahwa burung-burung yang setiap hari dijualnya pada anak-anak Sekolah Dasar itu suatu saat akan habis. Punah.

Berani bertaruh, boleh jadi ia bahkan tak peduli apakah suatu saat kelak ia kehabisan barang jualannya Mungkin ia memang tak pernah diberi tahu.

Pak Tua itu hanya tahu bahwa prenjak, emprit, punai, gelatik, dan sebangsanya, itu bisa mempanjang nafas kehidupannya. Bisa membuat keluarganya makan. Bisa membuat anak-anaknya bersekolah. Bisa membuat istrinya tersenyum.

Pekerjaan Pak Tua itu mungkin tragedi besar bagi gerakan cinta burung. Tapi siapa yang peduli di tengah angka kemiskinan di negeri ini yang begitu gawat? Kita?

Suara-Suara Itu

30 August 2006 oleh redaksi

Nyanyian riang Prenjak di pagar rumah, cericip gembira Cinenen atau siulan memilukan Kedasih. Ah…itu suara alam yang dahulu sering kita dengar di tempat yang bergelar kota sekalipun. Sekarang? ya masih bisa juga kita dengar, hanya saja tak seramai dulu. Kalaupun suaranya masih terdengar ramai, maka tempatnya bisa dikatakan bukan lagi di kota. Pergilah ke kuburan kalau hendak mendengar Kedasih, begitu seorang teman berkata.

Kemana mereka pergi? Apakah tanaman penghias halaman tidak lagi ramah buat mereka? Apakah taman-taman kota itu tak lagi menarik untuk mereka kunjungi? Atau … mungkin karena kita saja yang tak sabar menunggu mereka berkicau. Perubahan apa yang sudah terjadi?

Pertanyaan-pertanyaan begini yang berkaitan dengan keberadaan para common birds, burung (yang mestinya ) umum (dijumpai), tidak hanya muncul di negara yang kaya akan keanekaragaman hayati seperti Indonesia. Hilangnya burung-burung tersebut dari sekitar tempat manusia bermukim dirasakan di banyak negara. Berbagai sebab lantas diteorikan. Persisnya apa dan bagaimana, tak ada juga jawaban pasti.

Seorang kawan lantas berucap, kita terlalu sering mengabaikan mereka karena mereka selalu ada di sekitar kita. Dengah fasih banyak orang bisa bercerita tentang burung yang dilabeli “secara global terancam punah”. Tetapi berapa banyak dari kita yang bisa bercerita tentang Cinenen yang dahulu setiap pagi ngoceh di depan jendela itu.

Prenjak, Cinenen, Kedasih atau bahkan mungkin Bondol atau burung Gereja, sudah saatnya diperhatikan. Jika burung memang merupakan indikator yang baik untuk menilai keadaan lingkungan, kepergian mereka bisa jadi pertanda tak sedap. Lantas, menurut anda apakah mereka memang layak untuk diperhatikan?

Shoutbox

Last Message 5 minutes ago
  • hydrocodone : Aloha! «link» hydrocodone
  • fioricet : Aloha! «link» fioricet
  • cheap propecia : Aloha! «link» cheap propecia
  • buy phentermine : Aloha! «link» buy phentermine
  • valium : Aloha! «link» valium
  • buy levitra : Aloha! «link» buy levitra
  • accutane : Aloha! «link» accutane
  • buy ativan online : Aloha! «link» buy ativan online
  • buy adipex online : Aloha! «link» buy adipex online with no prescription
  • buy adipex without : Aloha! «link» buy adipex without prescription
  • codeine : Aloha! «link» codeine
  • buy ativan online : Aloha! «link» buy ativan online
  • zithromax : Aloha! «link» zithromax
  • oxycodone : Aloha! «link» oxycodone
  • ritalin : Aloha! «link» ritalin
  • azithromycin : Aloha! «link» azithromycin
  • clonazepam without : Aloha! «link» clonazepam without prescription
  • valium : Aloha! «link» valium
  • ativan online : Aloha! «link» ativan online
  • diazepam : Aloha! «link» diazepam
  • alprazolam without : Aloha! «link» alprazolam without prescription
  • meridia online no : Aloha! «link» meridia online no prescription
  • ativan without pre : Aloha! «link» ativan without prescription
  • buy ativan online : Aloha! «link» buy ativan online
  • buy meridia withou : Aloha! «link» buy meridia without prescription
  • buy ativan without : Aloha! «link» buy ativan without prescription
  • insanity : qndpobkdwtxsgohl qtns, «link» insanity, nvhpHxb.
  • insanity : qndpobkdwtxsgohl qtns, «link» insanity, nvhpHxb.
  • buy tramadol no pr : Aloha! «link» buy tramadol no prescription
  • tramadol online : Aloha! «link» tramadol online
  • buy tramadol onlin : Aloha! «link» buy tramadol online
  • ambien online no p : Aloha! «link» ambien online no prescription
  • clonazepam : Aloha! «link» clonazepam
  • buy meridia : Aloha! «link» buy meridia
  • diazepam : Aloha! «link» diazepam

Lain-lain

Mailing List

Untuk bergabung dengan milis SBI-info, masukkan alamat email pada kolom di bawah ini lalu klik JOIN.