25 May 2007 oleh redaksi
Seni melipat kertas atau origami adalah suatu seni yang berasal dari Cina yang diperkenalkan oleh seorang yang bernama Ts’ai Lun yang awal mulanya terbuat dari kertas yang berasal dari hancuran tumbuhan dan kain yang sudah tidak terpakai. Pada abad ke enam, origami ini dibawa ke Spanyol dan Jepang dan hingga kini sudah sangat populer di Indonesia. Kebanyakan anak-anak TK dan SD sudah diajarkan cara membuat bermacam-macam bentuk dari kertas lipat atau origami paper. Dengan bermacam-macam warna (merah, kuning, orange, ungu, hijau) mampu menarik perhatian anak-anak kecil untuk mau mencoba membuat berbagai bentuk, seperti membuat kapal, topi, kincir angin dan pesawat.
Read more..
Kategori General, article | 18 Comments »
11 November 2006 oleh redaksi
Rintik air jatuh dari langit, setelah panas mentari hari itu menyengat kehidupan kota Jogjakarta. Rabu (8/11/06) sore itu, kala sang surya bersinar kemerahan bersiap bersembunyi di ufuk barat, dan sang dewi malam dengan sedikit malu-malu menampakan keanggunan sinarnya yang diiringi kumandang adzan magrib dari pengeras-pengeras suara masjid saling bersahutan bergema, ribuan burung Layang-layang api (Hirundo rustica) menari-nari di langit dengan indahnya. Setiap mata diatas kendaraan yang berhenti di perempatan lampu merah kantor pos terbesar di yogya itu memandang takjub, ‘walet….walet’, kata itu yang keluar saat menyaksikan ribuan burung bak titik-titik hitam melayang-layang di merahnya atap bumi.
Doc. Imam/11-06
Read more..
Kategori General, article, blog, bird, birdwatching, indonesia, nature, news, photo, species | 4 Comments »
12 October 2006 oleh redaksi
BOGOTA, RABU– Burung baru yang ditemukan di hutan perawan kawasan Andean Kolombia memiliki tubuh beraneka warna. Jenis pipit yang memiliki bulu dada berwarna kuning cerah, sayap hitam, dan kepala berwarna kemerahan ini diberi nama Yariguies diambil dari nama suku pribumi yang pernah mendiami wilayah tersebut.
Burung tersebut ditemukan pada wilayah pegunungan berketinggian 10 ribu kaki di atas permukaan laut pada Januari 2004. Untuk mengakses habitat burung yang sangat terisolasi ini, para peneliti harus berjalan selama 12 jam ke dalam hutan yang sangat lebat dan tergantung pada logistik yang dikirim melalui helikopter.
“Kami pertama kali bertemu Yariguies sekitar tiga tahun lalu di hutan lebat yang terisolasi dan belum pernah didatangi siapapun,” kata salah satu peneliti Thomas Donegan. Mereka kemudian berhasil menangkap dua ekor sebagai sampel. Salah satu di antaranya dilepas ke alam begitu para peneliti mengmabil gambar dan sampel DNA. Namun, satu ekor burung lainnya mati di kandang.
Ia dan para peneliti lainnya menduga burung yang badannya hanya sebesar genggaman tangan merupakan penghuni asli hutan tersebut. Yariguies mungkin tergolong spesies yang terancam punah sehingga perlu diawasi secara terus-menerus.
Temuan ini semakin menguatkan upaya para pecinta lingkungan untuk melindungi wilayah tersebut. Pemerintah setempat baru-baru ini telah menetapkan wilayah seluas 2 juta meter persegi di kawasan hutan perawan sebagai taman nasional. Kolombia dikenal sebagai salah satu kawasan surga bagi burung. Sekitar 1.865 spesies burung ada di negara tersebut.
Sumber: AP
Foto: Blanca Huertas / AP
Penulis: Wah
Kategori General, article, bird, nature, news, photography, research, species, announcement | 2 Comments »
23 September 2006 oleh redaksi
السلام عليكم ورحمة الله وبركات
Redaksi SBI-InFo mengucapkan
Selamat Menunaikan Ibadah Puasa
Kategori General, announcement | 1 Comment »