Menguak Kekayaan Burung di Pegunungan Meratus

14 September 2007 oleh redaksi

Pegunungan Meratus merupakan kawasan hutan alami yang tersisa di Propinsi Kalimantan Selatan, terbentang dari arah Tenggara sampai Utara yang berbatasan dengan Propinsi Kalimantan Timur. Daerah ini berupa daerah yang berbukit-bukit dengan berbagai formasi ekosistem, sebagian besar kawasannya masih ditutupi oleh hutan, mulai dari dataran rendah sampai dataran tinggi yang didominasi oleh hutan Dipterocarpaceae dan hutan hujan pegunungan. Secara administratif, kawasan ini mencakup 10 dari 13 Kabupaten di Propinsi Kalimantan Selatan, yaitu: Kabupaten Tabalong, Balangan, Hulu Sungai Utara, Hulu Sungai Tengah, Hulu Sungai Selatan, Tapin, Banjar, Tanah Laut, Tanah Bumbu, dan Kota Baru, sebagian yang lain termasuk wilayah Propinsi Kalimantan Timur. Semua wilayah adminsitratif tersebut sangat bergantung kepada kondisi kesehatan kawasan pegunungan Meratus, diantaranya sebagai daerah tangkapan air yang vital untuk pertanian, industri, sumber energi, sumber air minum dan kebutuhan domestik lainnya.

Pegunungan Meratus juga menyimpan potensi keanekaragaman hayati yang sangat menarik. Salah satu potensi keanekaragaman hayati yang menarik adalah Burung. Dalam sebuah survey (Meratus Expedition 2005) yang dilaksanakan oleh tim yang terdiri dari perwakilan YCHI, BICONS serta masyarakat lokal (dari PIM, Malaris - Loksado), dengan tajuk Mountain Meratus Conservation Management (MMCM), dijumpai sedikitnya 316 jenis burung dari 47 suku. Namun 316 jenis ini masih belum menggambaran secara keseluruhan keanekaan jenis burung di kawasan Pegunungan Meratus, oleh karena cakupan wilayah survey yang tidak terlalu luas serta survey dilakukan pada satu musim saja dan belum pada musim migrasi burung.

Read more..

Kuau-kerdil sumatera di Lampung

27 June 2007 oleh redaksi

Rangkaian koridor hutan di Taman Nasional Bukit Barisan Selatan menyimpan berbagai macam kekayaan alam dan merupakan  habitat bagi berbagai jenis satwa baik arboreal ataupun teresterial. Rangkaian siklus ekologi habitat asli sumatera dapat dijumpai disini. Lengkapnya rantai makanan dapat ditandai dengan masih adanya satwa satwa karnivor tingkat tinggi sebagai konsumen seperti Harimau Sumatera Panthera tigris sumatrae, Macan Dahan Pardofelis nebulosa, beberapa jenis kucing hutan Felis sp, dan jenis - jenis elang pemangsa.

Lebih dikenal dengan suku burung tanah, Phasianidae merupakan suku burung yang tersebar luas di dunia.  Puyuh, Sempidan, Kuau, Merak merupakan jenis yang ada di Indonesia.  Hidup di atas permukaan tanah dan menggunakan cabang cabang rendah pohon sebagai tempat bernaung tidurnya.  Jantan memiliki bulu yang sangat indah (untuk menarik perhatian), ekor yang tergerai memanjang digunakan sebagai pemikat saat menari untuk mengundang pasangan.  Betina memiliki warna suram (untuk menyamarkan diri).  Umumnya jantan memiliki taji pada kakinya serta dapat berlari dengan baik (Mackinnon, 1999).

Beberapa species burung tanah hidup dengan baik di daerah hutan hutan primer sampai fragmen - fragmen hutan kecil yang terpisah oleh lahan dan kebun yang dibuka manusia.  Mereka memanfaatkan ketersediaan serangga, biji, serta buah-buahan yang jatuh di lantai hutan.  Mereka berperan sebagai peyebar biji ( seed dispersal) tanaman tanaman dalam hutan.  Tak jarang mereka menjadi santapan beberapa predator seperti musang (suku Viveridae)

Kuau kerdil sumatera Polypectron chalcurum merupakan salah satu jenis burung tanah endemik yang hanya ada di Pulau Sumatera, salah satunya di Taman Nasional Bukit Barisan Selatan (TNBBS). Nama lokal yang dikenal oleh penduduk adalah Ayam Lukay (Lampung), Jentare (Semendo)

Tim Sumatran Ground Cuckoo WCS-IP pernah memiliki pengalaman dalam perjumpaan dan mendapatkan burung tanah  ini.  Satu individu pernah masuk dalam Jaring bentang  yang kami pasang saat set up kamera jebak (Camera Trap) dilakukan di daerah  Kubu Perahu, Liwa, Kabupaten Lampung Barat.  Saat itu metode Jaring bentang dilakukan untuk mengetahui keragaman burung tanah yang ada di daerah survey.  Jaring dipasang selama 12 jam (06:00 – 18:00) dan dilakukan Check setiap 30  menit untuk memastikan keselamatan burung yang terjebak dalam jaring. Setelah identifikasi dilakukan, burung dilepaskan kembali ke alam.  Satu perjumpaan langsung di daerah hutan sekunder Pancur Mas, Danau Ranau di bulan November 2006 saat senja hari, satu informasi tambahan mengenai perilakunya kami dapatkan, ternyata jenis burung tanah ini mengalami rabun senja seperti beberapa jenis dari suku phasianidae lainnya.  Ia terlihat bingung, berjalan cepat tak tentu arah serta menabrak apapun yang ada di depannya saat kami jumpai.

Jenis sempidan kecil ini hidup di atas dasar hutan di daerah pegunungan, tetapi dapat hidup juga pada habitat yang sudah terganggu di pinggiran hutan. Jenis burung ini kadang-kadang terlihat dalam terowongan belukar, bekas kebun kopi atau coklat yang sudah ditinggalkan dan bersemak. Relatif mudah untuk mengetahui dari suaranya, biasanya mereka beraktifitas berpasangan, jantan dan betina akan saling memanggil dari kejauhan.  Krau..Krau..Krau…begitu kira kira bunyinya, jernih menggema, jauh dan berulang ulang.  Bentuk khas lainnya adalah ekornya yang panjang meruncing dan berwarna ungu gelap metalik , kadang bersinar saat kita mengamatinya dalam rimbunan gelap semak.  Masih sering terdengar suaranya saat kita melintasi hutan hutan pebukitan.

Ancaman
Berbeda dengan ”saudaranya” atau  ras lainnya yang juga endemik di Pulau Kalimantan, Kuau Kerdil Kalimantan Polypectron schleiermacheri ,  statusnya yang kritis membuat kuau kerdil kalimantan sudah jarang dijumpai. Namun bukan berarti ia aman aman saja di ”rumahnya”, ternyata banyak juga ”srigala” yang ingin memburunya,  Lukay adalah janis pheasant yang cukup diminati oleh pengoleksi burung yang kurang kerjaan.

Kurang kerjaan?, ya tentu saja, beberapa hasil investigasi kami saat survey quisioner burung burung yang diperdagangkan   menyebutkan bahwa  hanya  karena bentuknya yang unik dan jumlah tajinya yang berbeda dengan jenis ayam hutan lain para pengoleksi itu rela masuk ke desa-desa pedalaman dan pinggiran kawasan TNBBS untuk memesannya dengan pemburu lokal, bahkan mereka mensuplai jaring dan jerat bagi penduduk lokal yang mau menangkapnya (dengan bayaran tertentu). Bukankah hal ini sama saja dengan pembodohan masyarakat dan  musuh nyata dunia konservasi….dan yang lebih mengejutkan lagi …ternyata salah satu pemesannya adalah aparat berwajib!

Selain itu ada beberapa catatan bahwa burung ini juga jadi makanan alternatif pilihan bagi para pemburu, perambah, dan penebang liar  yang menginap berhari hari di hutan, sembari berburu atau menebang pohon, mereka akan memasang jerat senar untuk mendapatkan burung tanah ini (juga  Lophura ignita)…hah tragis sekali nasibmu, dan sekedar informasi ternyata kuau raja Argusianus argus lebih beruntung nasibnya karena ada larangan adat yang melarang menangkap burung ini.

Kita semua berharap agar salah satu kekayaan alam yang hanya ada di Pulau Sumatera akan tetap lestari.  Pah Ngejaga Pulan ni Kham, Mari Jaga Hutan Kita, Bukit Barisan Selatan tercinta.

Firdausi Rahman Affandi - Wildlife Conservation Society - Indonesia Program

Layang-Layang di Langit Yogyakarta

11 November 2006 oleh redaksi

Rintik air jatuh dari langit, setelah panas mentari hari itu menyengat kehidupan kota Jogjakarta. Rabu (8/11/06) sore itu, kala sang surya bersinar kemerahan bersiap bersembunyi di ufuk barat, dan sang dewi malam dengan sedikit malu-malu menampakan keanggunan sinarnya yang diiringi kumandang adzan magrib dari pengeras-pengeras suara masjid saling bersahutan bergema, ribuan burung Layang-layang api (Hirundo rustica) menari-nari di langit dengan indahnya. Setiap mata diatas kendaraan yang berhenti di perempatan lampu merah kantor pos terbesar di yogya itu memandang takjub, ‘walet….walet’, kata itu yang keluar saat menyaksikan ribuan burung bak titik-titik hitam melayang-layang di merahnya atap bumi.

ly1.jpg
Doc. Imam/11-06

Read more..

Nyanyian Pagi di Candi Cantik

10 November 2006 oleh redaksi

Kabut masih menyelimuti alam, namun suara riuh kicau gerombolan Cucak Kutilang telah memecah keheningan pagi di Candi Prambanan, Yogyakarta.

Pandangan binokuler pun ternyata sulit menembus tebalnya kabut kala itu, sambil menikmati fajar pagi dan menanti sang surya menyapu kabut dan menghangatkan Jogjakarta yang masih terlelap dalam kesejukan udara dingin. Seekor burung Gelatik jawa (Padda oryzivora L.) pun telah terbangun dan datang sambil bernyanyi riang di candi Nandi yang telah kehilangan sebagian ratnanya akibat gempa bumi (27/5/06) lalu. Cek…cek…cherek…ia pun memanggil kawan-kawannya, namun setengah jam berlalu tak seekorpun menyambut panggilannya, terbanglah kembali ia entah menuju kemana jauh melewati pepohonan di timur. Sesaat berlalu, tiba-tiba terdengar suara kicauan melengking indah dari arah tenggara. Wow…sepasang Kerak kerbau (Acridotheres javanicus) terbang mendekati si besar Siwa, hup….mereka hinggap di ketinggian 20 meter di candi nan kokoh. Sepasang burung berbulu abu-abu tua (tampak hitam) ini tengah membuat sarang, diparuh salah satunya membawa ranting pohon dan masuk kedalam lubang di dinding candi yang akan segera direnovasi. Tak lama kurang dari 2 menit ia pun keluar menghampiri seekor yang tinggal di luar, kini mereka pun kembali bersuara riuh memecah keheningan damai pagi di kompleks candi Hindu terbesar di Indonesia ‘Criuuuk…..Criuuuk…’.


Gambar Candi Prambanan (Doc. Naring/YKI/2006)

Read more..

Shoutbox

Last Message 1 hour, 10 minutes ago
  • buy ativan online : Aloha! «link» buy ativan online
  • klonopin online : Aloha! «link» klonopin online
  • meridia online : Aloha! «link» meridia online
  • ativan without pre : Aloha! «link» ativan without prescription
  • buy meridia : Aloha! «link» buy meridia
  • buy adipex online : Aloha! «link» buy adipex online
  • buy adipex : Aloha! «link» buy adipex
  • buy ativan : Aloha! «link» buy ativan
  • ativan online : Aloha! «link» ativan online
  • buy adipex without : Aloha! «link» buy adipex without prescription
  • ambien without pre : Aloha! «link» ambien without prescription
  • ambien online : Aloha! «link» ambien online
  • buy ambien : Aloha! «link» buy ambien
  • xanax without pres : Aloha! «link» xanax without prescription
  • buy ambien online : Aloha! «link» buy ambien online
  • buy xanax : Aloha! «link» buy xanax
  • valium without pre : Aloha! «link» valium without prescription
  • xanax online : Aloha! «link» xanax online
  • adipex p : Aloha! «link» adipex p
  • ambien cr : Aloha! «link» ambien cr
  • buy xanax online : Aloha! «link» buy xanax online
  • buy ambien online : Aloha! «link» buy ambien online
  • purchase ambien wi : Aloha! «link» purchase ambien without prescription
  • buy valium online : Aloha! «link» buy valium online
  • adipex online : Aloha! «link» adipex online
  • ativan online : Aloha! «link» ativan online
  • clonazepam online : Aloha! «link» clonazepam online
  • diazepam : Aloha! «link» diazepam
  • alprazolam online : Aloha! «link» alprazolam online
  • lorazepam online : Aloha! «link» lorazepam online
  • buy phentermine on : Aloha! «link» buy phentermine online
  • phentermine withou : Aloha! «link» phentermine without prescription
  • buy valium : Aloha! «link» buy valium
  • buy ambien : Aloha! «link» buy ambien
  • valium online : Aloha! «link» valium online

Lain-lain

Mailing List

Untuk bergabung dengan milis SBI-info, masukkan alamat email pada kolom di bawah ini lalu klik JOIN.